Stanford Kembangkan Baterai Aluminium Yang Bisa Dicas Penuh Hanya Dalam Waktu 1 Menit

Baterai Lithium-Ion (Li-ion) sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia teknologi. Mulai dari Smartwatch sampai dengan pesawat Jet saat ini menggunakan teknologi Li-ion. Namun, baterai Li-ion mulai kewalahan menghadapi kebutuhan energi yang semakin besar. Untungnya, baterai aluminium yang sedang dikembangkan oleh Stanford University mampu memberikan solusi dari hampir semua keterbatasan baterai Li-ion. 

Kelebihan paling besar dari baterai aluminium ini adalah baterai ini dapat diisi daya penuh hanya dalam waktu 1 menit. Selain itu, baterai aluminium ini juga tidak akan terbakar atau meledak, masalah yang sering ditemukan pada baterai Li-ion.

Berikut Video Demo dari baterai ini:
http://www.youtube.com/watch?v=RWZE2Bh48fM

Berbeda dengan baterai aluminium generasi sebelumnya yang hanya bisa dicas sebanyak 100 kali, baterai aluminium yang dikembangkan Stanford ini dapat dicas sebanyak 7,500 kali, 7.5 kali lebih banyak dibandingkan baterai Li-ion. 

Namun, masih terdapat beberapa kendala pada teknologi baru ini. Baterai aluminium ini hanya mampu menghasilkan 2V, masih dibawah baterai Li-ion dengan 3.6V. Kita harapkan Stanford dapat menyempurnakan baterai ini secepatnya sehingga dapat digunakan sebagai standar pada perangkat elektronik. 


Follow Twitter kami, like Facebook Page kami, follow Instagram kami dan like Google+ kami untuk mendapatkan informasi berita teknologi dan gadget terbaru dari Ceklit.